Pembagian tugas kepada PIC dan Flow proses pekerjaan perlu dibuat agar tidak tumpang tindih dan selalu berjalan sustainaible.
maka alur Planing Departemen sebagai contoh sbb :
Pembagian tugas kepada PIC dan Flow proses pekerjaan perlu dibuat agar tidak tumpang tindih dan selalu berjalan sustainaible.
maka alur Planing Departemen sebagai contoh sbb :
Untuk Hidup dan penghidupan, saya bekerja sebagai Planner Workshop Alat Berat, Logistic dan Suply Chain Managment.kenapa di awali “Untuk Hidup ?” Yah karna saya sangat suka sekali frasa bahasa inggris kalau menanyakan seseorang bekerja apa, dalam frasa bahasa inggris akan ditanyakan seperti ini ” what do you do for living.?” artinya “apakah yang anda lakukan untuk hidup ?” berbeda dalam frasa indonesia, biasanya kita akan menanyakan ” kerja apa, dimana?”.
kebetulan saya juga mengingat hadist , yang berbunyi
” الْعِلْمُ
بِلَا عَمَلٍ كَالشَّجَرِ بِلَا ثَمَرٍ “
yang Artinya Ilmu yang tidak di amalkan bagaikan Pohon yang tidak berbuah,.”
so please check it out brads :
Management Workshop Alat Berat di Tambang :
Dalam tambang biasa jam Operasi adalah 20 jam sehari, artinya hanya 4 jam istirahat .
untuk itu adalah tantangan bagaimana kita membuat perencanaan Alat Berat yang jitu dan baik, mungkin dengan cara sbb :
1. Reduksi Biaya dengan Managemen Pemeliharaan Alat Berat yang baik
2. Program Backlog, tools wajib planners. dan cara menyusun dengan Excle
3. Evaluasi Konsumsi BBM Peralatan
4. Kategori Break Down Time di Workshop Alat Berat
5. Alur Pekerjaan di Divisi Planning
6. Kontrol laporan harian DMCR dan DMBD
7. Rumusan Ketersediaan Alat Berat PA,MA,UA,EU
8. Menyusun Backlog dengan Aplikasi MS Excle
9. Mata rantai Backlog dan Efeknya
Inventory Planning / Logistik :
1. Merancang Stock Inventory dengan Ideal sebagai dasar persediaan dan Ordering Parts
SCM (Suply Chain Management)
1. Moda Peti Kemas yang tak berujung, tak juga ber aspal
2. Opsi Moda Pengiriman
3. …. draft
Computer untuk bekerja dan bermanfaat:
1.Pivot table, untuk membuat Laporan seperti software Out Put
2. V look up,
Demikian kiranya , berbagi saya dengan harapan lebih berkah dalam pekerjaan karna berbagi, dan mendapat teman-teman seprofesi seperjuangan untuk tukar pikiran dan berbagi. Mudah-mudahan mendapat berkah manfaat yaa. Aamien
Sesudah melihat dalam rumusan MA,PA,UA dan UTL
Maka tugas kita adalam me- mapping , status kategori Breakdwon, dan Break Down sendiri terbagi dua.
yaitu Break Down Schedule / terjadwal dan Un Schedule Breakdown / tidak terjadwal.
dalam pengembangannya saya pikir diperlukan pengkategorian Break Down sebanyak dan serasional mungkin. untuk itu saya mengkategorikannya sbb :
B0 Break Down Under Repair / On Recommended
Parts
Status pekerjaan dalam perbaikan Dismounting / Diassembling Status
pekerjaan dalam pengecekan / analisa kerusakan Status pekerjaan dalam Recommended Parts (
sampai dengan Membuat NPB)
B1 Break Down Accident / Incident
Status pekerjaan dikarenakan sebab Accident / Incident (Miss
Operating) Status pekerjaan diakrenakan
sebab kelalaian Operator Status pekerjaan dikarenakan sebab penggunaan Alat
Berat untuk tugas yang tidak sesuai ( Miss Aplication )
B2 Break Down Waiting Parts
Status pekerjaan dikarenakan sebab menunggu kebutuhan Spare Parts
setelah PR terbit
B3 Break Down Warranty / Miss Product
Status pekerjaan diakrenakan sebab rusak dalam masa warranty Status Pekerjaan dikarenakan sebab penggunaan
spare parts yang tidak sesuai (genuine) atau REDO JOB
B4 Break Down Bengkel Luar / sub Contractor
(Out Side WO)
Status pekerjaan dikarenakan sebab perbaikan di bengkel luar (rekondisi
unit, kalibrasi FIP, Turbo, Rod Cylender, Centering Engine Block) bubut atau tambah daging di bengkel bubut
SILO, rekondisi Rangka & Kabin s.d Painting Unit status pekerjaan yang dilakukan diluar
Workhsop Dept HE
B5 Break Down Redo Job
Status Pekerjaan dimana Pekerjaan sebelumnya kembali lagi dikerjakan
dalam Interval dibawah batas kewajaran ketahanan akan komponen
B6 Break Down Waiting Tools / Mechanik
Status pekerjaan dikarenakan sebab menunggu ketersediaan mekanik
dikarenakan kurangnya Man Power Mekanik dalam satu siklus Status pekerjaan dikarenakan sebab menunggu
kebutuhan Tools (Special Tools / Fork Lift) atau jenis alat bantu dalam bekerja
Status Pekerjaan dikarenakan menunggu Alat pendukung Keamamanan (safety) bekerja dalam
B7 Break Down Others ( tidak
tersebut diatas)
Status
– status pekerjaan yang tidak tersebut
diatas Status pekerjaan dikarenakan hambatan Alam / Lingkungan, misal
dikarenakan lokasi Ekstrim, tidak aman atau bencana alam, kerusuhan (Chaos)
dsb
Definisi Schedule :
B8 Break Down Schedule Periodical Service (PS)
Status pekerjaan dikarenakan sebab Periodical Service Interval 250,
500, 1.000, 2.000 Jam (PSI, PSII,PSIII, PSIV)
B9 Break Down Schedule Back Log
status pekerjaan dikarenakan sebab perbaikan mendadak dalam schedule
backlog dikarenakan Parts Order telah datang dan unit harus segera diperbaiki tidak
dalam waktu istirahat dan tidak dapat ditunda dikarenakan sebab teknis
dan efek domino kerusakan komponen
status pekerjaan diakrenakan sebab perbaikan dalam schedule backlog
yang dilaksanakan dalam waktu PS akan tetapi perbaikan berlanjut setelah PS
selesai
(schedule dan rencana kerja harus terlebih dahulu disepakati oleh Dept
HE dan User Alat dan standart lama waktu pekerjaannya)
B10
Break Down Schedule Periodical Maintenance (PM), Mid Life & Over Haul
status pekerjaan dikarenakan sebab periodical Maintenance Interval
3.000, 6.000, 9.000 Jam dst. seperti Midlife Reseal Engine Top Over Haul,
General Over Haul
, Over Haul Transmisi, Differential, Travel Motor, Torque Converter,
Penggantian Track Link perbaikan Vessel DT tahunan, Perbaikan Body Kabin
tahunan yan g dilakukan di Workshop sendiri (schedule dan rencana kerja harus terlebih
dahulu disepakati oleh Dept HE dan User Alat dan standart lama waktu
pekerjaannya)
Setelah kita mengklasifikasikan Break Down pada
Bahasan Pengkategorian Break Down.
men design laporan DMCR (Daily Machine Condition Report) lalu di Link-kan dengan laporan DMBD (Dayli Monitoring Break Down detil) kita tidak perlu mengetiknya lagi, tinggal tekan menu Data=>Edit links=> (update links ke DMCR terkini).
jangan lupa untuk membuat conditonal formating agar kita lebih mudah melihat dan memahaminya.
maka kita akan melihat secara harian sangat jelas performa masing-masing unit setiap hari.
tentunya setelah kita melihat performa tersebut kita akan mengetahui bila ada ketidak wajaran, baik ketidak wajaran kerusakan yang terlalu sering, ataupun penanganan kerusakan yang memakan waktu lama. dan sebagainya.
tampilan dari model laporan tersebut adalah sebagai berikut.
| pilihan menu berisi libary unit-unit yang ada dalam databased |
| contoh segel kontainer |
Pada dasarnya tugas tersebut bersumber dari hasil pengecekan Mekanik, tapi
saya coba mengembangkan lebih lebar, menerima segala masukan yang ada tentang
keluhan suatu alat. contoh dari hasil laporan Operator Alat berat tersebut,
dari setiap lembaran P2H,P2H adalah kependekan dari Program Pengecekan
Harian untuk Operator pada Unit yang akan di Operasikan dan setelah di
Operasikan, tujuannya adalah memastikan bahwa unit yang akan di operasikan
layak dari sisi keselamatan lalu pengoperasian, pengecekan ini terdiri dari
pemeriksaan pada level oli Mesin, Air Radiator, Baut pada roda-roda untuk para
Driver Dump Truck dsb.atau jelasnya sbb :
menurut saya pribadi, ini adalah tools wajib bagi planner. karna di
dalamnya ada data ;
13. Maka kartu
BPJS sudah ada